Berhubungan Intim saat Nifas Apakah Boleh?


Berhubungan Intim saat Nifas Apakah Boleh?

Berhubungan Intim saat Nifas Apakah Boleh? Bagi yang belum tau atau masih bingung dengan masalah ini, mari kita simak pembahasan mengenai berhubungan seks semasa nifas menurut pandangan agama (Islam) dan menurut pandangan medis.

Bagi anda yang beragama Islam, mungkin ada pertanyaan besar dalam kepala anda tentang seks semasa nifas. Apakah diperbolehkan?

Dalam prophetmuhammadforall.org, dijelaskan bahwa menurut pandangan Islam, tidak ada yang salah dengan seorang pria yang melakukan hubungan seksual dengan istrinya setelah berakhirnya masa nifas, bahkan sebelum masa 40 berakhir, setelah istri melakukan mandi besar, dan asalkan aman menurut pandangan dokter untuk melakukannya.

Perempuan pada masa Nabi Muhammad saw, setelah melahirkan anak, mereka biasanya menyisihkan 40 hari sebagai periode nifas. Selama masa itu, mereka menahan diri untuk melakukan shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, melakukan tawaf, serta melakukan hubungan seksual. Namun, setelah 40 hari, mereka bisa melakukan semuanya setelah mensucikan diri dengan mandi besar.

40 hari merupakan kebiasaan perempuan pada masa Nabi Muhammad saw, tetapi tidak bermaksud untuk mengatur batas nifas selama 40 hari karena masa nifas bisa saja lebih dari 40 hari. Maka dari itu, para ulama menetapkan batasan 60 hari untuk masa nifas. Jadi, jika pendarahan berhenti sebelum 40 hari, perempuan dianggap memenuhi syarat untuk berhubungan normal setelah mandi besar.

Yang perlu diperhatikan adalah berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual sebelum berakhirnya waktu 40 hari. Hal ini disebabkan karena resiko pendarahan mungkin akan berlanjut, dan hubungan seksual segera setelah persalinan berefek buruk bagi kesehatan wanita karena tidak memiliki waktu untuk memulihkan diri pasca kelahiran dan mungkin serviks masih melebar. Sumber: Vemale(dot)Com

Begitupun menurut pandangan medis, tidak jauh berbeda dengan di atas. Berikut Penjelasannya.

Masa nifas adalah masa setelah seorang ibu melahirkan hingga alat-alat kandungannya kembali seperti sebelum hamil.

Masa nifas ini berlangsung kira-kira 6-12 minggu. Darah yang keluar di masa nifas merupakan pembersihan terhadap sisa-sisa kehamilan. Pada umumnya keluar sampai jangka waktu 40 hari. Sebenarnya rentang waktu ini hanyalah patokan selesai masa nifas pada sebagian besar perempuan.

Kenapa dipilih 40 hari? karena pada saat itu diperkirakan organ reproduksi wanita sudah kembali seperti semula seperti sebelum hamil, karena itu menstruasi dapat terjadi kembali.

Namun jika memang sebelum 40 hari darah dari kemaluan wanita sudah yakin bersih dan wanita tersebut sudah konsultasi ke dokter kandungan dan dikatakan organ reproduksi sudah kembali seperti sebelumnya maka masa nifas wanita tersebut sudah selesai dan wanita tersebut dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang sebelumnya tidak dapat dilakukan.

Namun perlu diperhatikan, sebelum 40 hari kemungkinan terjadinya perdarahan dari organ reproduksi wanita masih mungkin terjadi dan kemungkinan mulut rahim masih belum menutup sempurna sehingga lebih mudah terserang infeksi.

Berhubungan seksual setelah melahirkan berkaitan dengan kesiapan dari pihak istri juga. Bagaimanapun juga, hal ini sangatlah individual dan sangat bergantung pada kesiapan sang ibu (istri anda).

Terkadang ada beberapa wanita yang baru bisa melakukan hubungan seksual setelah 10 minggu bahkan lebih. Hal ini berkaitan dengan perlukaan pada organ kelamin wanita pada saat melahirkan.

Jika perlukaan kecil dan sedikit, kesiapan organ kelamin wanita akan lebih baik ketimbang jika terjadi perlukaan yang besar (misal: dilakukan episiotomi/pengguntingan jalan lahir agar lebih besar dan mempermudah keluarnya bayi).

Adapun darah nifas yang keluar sebenarnya dibedakan menjadi 4 tahap yang secara berurutan, yaitu:
  1. Lokia rubra (berwarna merah berisi darah segar, jaringan sisa plasenta, dsb) sekitar 1 minggu.
  2. Lokia sanguelenta (berwarna merah dan berlendir) sekitar 1-2 minggu.
  3. Lokia serosa (berwarna kekuningan) selama 2 minggu, dan
  4. Lokia alba (berwarna putih biasa dan bening) sekitar 6 minggu. Lokia alba merupakan darah nifas yang terakhir keluar, menandakan tahap pemulihan dan hampir berakhirnya masa nifas.

Pada beberapa perempuan (13%), lokia (nifas) dapat keluar hingga 60 hari setelah melahirkan. Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari. Sumber: KlikDokter(dot)Com

Nah, itulah sedikit pencerahan untuk kita yang masih bingung atau belum tahu tentang 'boleh atau tidak berhubungan badan saat nifas atau sebelum 40 hari setelah istri melahirkan'. Mohon maaf apabila banyak kekurangannya. Terima kasih ^^

Apa Saja Pantangan Bagi yang Sedang Hamil?

pantangan ibu hamil

Ingin tahu Apa Saja Pantangan Bagi yang Sedang Hamil yang benar-benar harus dijauhi selama kehamilan? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Anda bosan mendengar wejangan dari ibu, mertua, atau nenek seputar pantangan saat hamil? Meski membosankan, terkadang ada beberapa wejangan yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan Anda dan bayi, lho.

Saat kehamilan, mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin kehamilan setiap hari, dan kontrol rutin ke dokter adalah rutinitas yang harus Anda jalankan. Di samping itu, ada pula pantangan yang juga tidak boleh Anda lupakan, berikut beberapa diantaranya seperti dikutip dari lifestyle.okezone.com:

1. Mengonsumsi Alkohol

Menurut penelitian, bayi yang ibunya mengonsumsi alkohol selama hamil dapat mengalami ‘sindrom alkohol janin’. Artinya, bayi tersebut mengalami berat badan lahir rendah, perkembangan otak yang tidak normal, gangguan perilaku, serta gangguan tumbuh kembang secara keseluruhan.

Hingga kini, belum diketahui batas aman konsumsi alkohol bagi ibu hamil. Maka dari itu, Anda lebih baik memantang konsumsi alkohol saat hamil sama sekali.

2. Merokok

Rokok mengandung ribuan zat kimia yang dapat membahayakan janin. Jika Anda merokok, bahan kimia tersebut akan disalurkan kepada janin melalui plasenta.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa ibu yang merokok atau banyak terpapar rokok sebagai perokok pasif selama hamil dapat melahirkan bayi prematur, berat badan lahir rendah, dan kesulitan belajar. Selain itu, statistik mencatat bahwa bayi yang demikian juga berisiko tinggi untuk menjadi perokok di usia muda.

3. Daging Mentah

Tahukah Anda bahwa daging dan telur yang mentah atau setengah matang berbahaya bagi ibu hamil? Ini karena daging atau telur tersebut berisiko terkontaminasi oleh berbagai bakteri, seperti listeria dan toksoplasma.

Bakteri tersebut berpotensi menyebabkan keguguran dan cacat pada janin. Karena itu, pastikan semua makanan yang Anda konsumsi matang dengan sempurna, ya!

4. Posisi Tidur

Rahim akan semakin bertambah besar dan berat, akibat perkembangan janin di dalamnya. Hindari posisi tidur telentang setelah usia kehamilan empat minggu.

Rahim yang sudah besar berpotensi menekan vena cava (vena besar di perut), yang dapat menyebabkan gangguan peredaran darah. Sebagai gantinya, tidurlah dengan memosisikan tubuh miring ke kiri.

5. Kopi dan kafein

Bukan berarti ibu hamil tidak boleh mengonsumsi kopi, hanya saja jumlahnya harus dibatasi. Pasalnya, konsumsi kafein dalam jumlah banyak dapat berisiko meningkatkan detak jantung janin. Oleh karena itu, para ahli menganjurkan agar ibu hamil tidak mengonsumsi kopi lebih dari 2 cangkir per hari.

Sekarang Anda sudah tahu ‘kan pantangan apa saja yang harus dihindari selama kehamilan? Semoga Anda dapat terus mengingat pantangan-pantangan di atas, sehingga kehamilannya lancar dan bayi yang dilahirkan tidak mengalami gangguan di kemudian hari. Semoga sehat selalu bunda! ^_^

Apa sih Penyebab Miss V Jadi Kering?


penyebab vagina kering

Banyak perempuan yang tidak percaya diri karena Miss V atau vagina mereka terlalu basah pada saat berhubungan seksual. Padahal Miss V yang basah penting sebagai pelumas agar seks tidak menyakitkan tapi menyenangkan.

Selain itu, vagina yang basah dapat membantu agar jaringan di dalamnya sehat dan berfungsi sebagai pertahanan terhadap infeksi dan penyakit menular seksual.

Namun tidak sedikit perempuan yang merasakan vaginanya masih kering saat berhubungan seksual. Tak perlu panik ladies, bukan berarti itu tanda menopause dini. Apa sih Penyebab Miss V Jadi Kering? Ini lima penyebab vagina kering pada perempuan muda seperti dikutip dari laman health.liputan6.com:

1. Foreplay kurang
Sebelum penetrasi dalam berhubungan intim, foreplay atau pemanasan sangat penting bagi perempuan agar pelumas yang dihasilkan cukup. Nah, bisa jadi vagina masih terasa kering karena kurang pemanasan.

2. Stres
Stres pun berdampak pada kondisi vagina jadi kering. Meskipun masalah ada di luar ranjang, tapi beban pikiran bisa terbawa saat Anda berada di atas ranjang bersama pasangang. Stres bisa menimbulkan rasa cemas dan tertekan yang menurunkan hasrat bercinta seperti diungkapkan Dweck.

3. Mengonsumsi obat batuk pilek
Obat alergi untuk menghentikan pilek, ternyata berdampak pada mengeringnya vagina. Hal ini tidak terjadi pada semua wanita. Vagina akan kembali basah setelah Anda selesai mengonsumsi obat ini.

4. Penggunaan kontrasepsi
"Salah satu efek samping kontrasepsi oral adalah mengurangi cairan pada vagina," ungkap Dweck. Ia menyarankan kepada perempuan yang mengalami hal ini untuk berkonsultasi pada obgin terdekat.

5. Baru saja melahirkan
Fase melahirkan dan menyusui menurunkan kadar estrogen yang bertanggung jawab terhadap produksi pelumas pada vagina. Bebera bulan pasca melahirkan dan siklus menstruasi kembali teratur, vagina bisa kembali licin seperti semula.

Nah, itulah beberapa penyebab vagina menjadi kering yang perlu Anda tahu. Semoga bermanfaat! ^^

Info Untuk Atasi Perut Kembung Secara Alami

bahan alami atasi perut kembung

Perut kembung atau flatulensi adalah gangguan yang terjadi akibat adanya peningkatan jumlah gas atau udara di saluran pencernaan. Gas-gas eksogen yang ditelan (aerophagia) saat makan, minum, atau menelan bisa meningkat selama volume air liur berlebihan. Selain itu, bisa juga diakibatkan oleh penyakit gastroesophageal reflux yang bisa menimbulkan mual.

Gangguan perut kembung ditandai dengan berbagai gejala, seperti:
  • Muncul rasa sesak di perut,
  • Mulas bahkan diare,
  • Kerap mengeluarkan gas saat makan ataupun beberapa saat setelah makan.

Meski belum makan terkadang perut sudah terasa penuh, sebah, mual, dan kembung. Kondisi seperti ini tentu saja bisa membuat perut menjadi tidak nyaman. Untuk mengatasinya sebaiknya jangan buru-buru mengonsumsi obat-obatan kimia. Anda bisa mengatasinya dengan ramuan dari bahan alami yang mudah didapat.

Beberapa obat tradisional memiliki khasiat yang terbukti bisa meredakan perut kembung, sebah, mual, dan menetralkan asam lambung. Berikut ini beberapa ramuan alami yang bisa Anda manfaatkan untuk meredakan gangguan di perut.

Ramuan 1:
Ambil sari jeruk nipis, parut jahe dan ambil sarinya, serta siapkan madu. Campur ketiga bahan tersebut dalam satu gelas air hangat, aduk hingga rata, lalu segera minum selagi hangat.

Ramuan 2:
Haluskan 1 sendok teh ketumbar yang sudah disangrai sebelumnya. Campur bubuk ketumbar dalam segelas susu hangat, minum lalu berbaring sebentar untuk meredakan gangguan di perut.

Ramuan 3:
Campurkan 4 lembar daun peppermint dalam segelas teh panas, diamkan beberapa saat dan perut akan terasa lebih hangat.

Ramuan 4:
Taruh jahe yang sudah dimemarkan ke dalam gelas lalu masukkan teh panas. Diamkan sebentar lalu minum selagi hangat. Bila ingin lebih nikmat, Anda bisa menambahkan madu untuk pemanisnya.

Ramuan 5:
Mengompres dengan air hangat juga dapat menghilangkan nyeri pada perut dengan sendirinya. Bila Anda tidak memiliki alat kompres dari karet, gunakan saja botol kaca yang diisi dengan air panas. Agar perut tidak kepanasan, balut botol dengan serbet sebelum ditempel ke perut.

Bahan alami di atas mudah didapat dan berkhasiat mengatasi masalah pencernaan, sehingga buang angin lebih lancar dan perut menjadi lebih nyaman. Itulah sedikit Info Untuk Atasi Perut Kembung Secara Alami. Selamat mencoba….

Sumber: http://doktersehat.com/bahan-alami-atasi-perut-kembung/

Cara Memilih dan Menggunakan Test Pack

alat tes kehamilan (test pack)

Hasil alat tes kehamilan (test pack) merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh calon ibu, terutama untuk yang baru pertama kali akan mengalami masa kehamilan. Hasil alat tes kehamilan (test pack) positif merupakan pertanda seseorang dinyatakan hamil, Jadi memilih alat tes kehamilan (test pack) yang baik dan cara menggunakan alat tes kehamilan yang benar bisa membantu anda untuk mendeteksi dini kehamilan dan tentunya berguna bagi keselamatan janin.

Alat Tes Kehamilan/Test Pack


Test pack ini adalah salah satu dari sekian banyak alat tes kehamilan yang PRAKTIS dan lebih pribadi, karena anda tidak perlu repot pergi ke laboratorium untuk memeriksa kehamilan. Alat yang biasa disebut home pregnancy test (atau test pack) ini banyak dijumpai di toko, supermarket, atau apotik dengan harga yang variatif. Mudahnya, kita sebagai kaum wanita bisa langsung menguji kehamilan sendiri dan mengetahui apakah sang buah hati akan hadir atau tidak melalui hasil test pack.

Bentuk Alat Tes Kehamilan/Test Pack


Bentuk alat tes kehamilan (test pack) ada dua macam, yaitu strip dan compact. Bedanya, bentuk strip harus dicelupkan ke urine yang telah ditampung atau disentuhkan pada urine waktu buang air kecil. Untuk compact sudah ada tempat untuk menampung urine yang akan diteteskan.

Bila Anda sudah menyentuhkan alat tes kehamilan (test pack) dengan urine, maka akan muncul hasil berupa garis merah. Kemunculan satu atau dua garis mengisyaratkan kalau test pack dilakukan dengan benar, karena test pack mendapatkan urine yang cukup. Sebaliknya, kalau tidak muncul garis merah bisa saja diakibatkan oleh kelalaian pemakai, oleh karena itu penting bagi seseorang yang baru pertama kali menggunakan alat tes kehamilan (test pack) untuk mengikuti petunjuk penggunaan.

Kalau garis pertama sudah muncul, kemunculan garis kedua menyatakan seseorang dikatakan hamil. Alat tes kehamilan (test pack) yang akurat mendeteksi hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin), yaitu hormon yang diproduksi oleh plasenta yang terbentuk setelah adanya pembuahan.

Kapan Harus Melakukan Tes Kehamilan ?


Kapan melakukan tes kehamilan? Secara umum, Anda bisa memakai alat tes kehamilan (test pack) dua hari sebelum datang bulan, atau 12 hari setelah berhubungan seks di masa subur. Ini dilakukan untuk memastikan alat tes kehamilan (test pack) memberikan hasil yang benar. Sebagai informasi, alat tes kehamilan pribadi (test pack) memiliki tingkat keakuratan yang sangat tinggi, yaitu antara 99,9% (dengan catatan bila dilakukan dengan prosedur yang benar).

Apakah jumlah hCG menentukkan kepekaan dan deteksi dini kehamilan ?
  • Jawabannya adalah YA. Karena semakin kecil tingkat kepekaan (HCG/ml urine), tanda seseorang hamil dapat diketahui dengan lebih cepat dan lebih dini untuk segera di lanjutkan ke penanganan selanjutnya misalnya mengurangi aktivitas ekstrim untuk menjaga kehamilan.
  • Saat ini, produk-produk tes kehamilan (test pack) yang tersedia di pasaran menawarkan berbagai tingkat kepekaan. Alat tes kehamilan (test pack) yang baik adalah yang memiliki sedikit/kecil tingkat hCG/ml urinenya.

Cara Memilih Alat Tes Kehamilan (Test Pack) Yang Baik


Dari informasi di atas dapat disimpulkan bagaimana cara memilih alat tes kehamilan (test pack) yang baik, yaitu sebagai berikut :
  1. Waktu beli alat tes kehamilan/test pack, cek tanggal kadaluarsanya. Sama seperti makanan, jangan membeli yang sudah lewat kadaluarsa karena hasil tidak akan efektif bila digunakan.
  2. Gunakan hanya alat tes kehamilan yang diatur oleh FDA. Anda dapat memeriksa database online FDA untuk mengetahui merek diatur oleh mereka. Tanyakan kepada apoteker Anda mengenai hal ini.
  3. Semakin kecil kadar hCG yang dibutuhkan alat semakin tinggi tingkat kepekaan/akurat alat tes kehamilan (test pack).
  4. Memilih alat tes kehamilan (test pack) yang praktis misal disertai cawan penampung urine.

Tips Menggunakan Alat tes kehamilan (test pack) yang benar


Agar tidak salah waktu menggunakan alat uji kehamilan ini, ada baiknya kalau anda melakukannya dengan benar. Berikut ada sedikit tips menggunakan alat uji kehamilan (test pack) yang benar secara umum:
  1. Buat yang belum pernah menggunakan, baca dengan teliti keterangan dan petunjuk pemakaian yang ada di dalam kotak.
  2. Sebaiknya jangan minum air berlebihan waktu akan menggunakan test pack, karena urine yang terlalu cair bisa mempengaruhi hasil test pack.
  3. Lakukan test pada pagi hari setelah bangun tidur, karena kadar hCG terbanyak terdapat pada urin tersebut.
  4. Setelah menyentuhkan urin ke test pack, diamkan selama 1 menit. Setelah itu akan muncul garis-garis pada test pack sebagai tanda hamil atau tidak.
  5. Bila didapat tanda positif kunjungi dokter kandungan untuk memastikan bahwa memang benar-benar hamil dan mendapat nasehatnya, karena perawatan yang benar sejak dini sangat penting buat calon buah hati dan calon ibu.
  6. Kalau hasilnya negatif coba lagi beberapa waktu (disarankan 3 minggu sampai 1 bulan).
  7. Bila ternyata hasilnya tetap negatif dan kamu belum juga dapat mens, segera periksakan diri ke dokter kandungan.

Nah, itu dia sedikit informasi mengenai Cara Memilih dan Menggunakan Test Pack yang baik dan benar untuk para pemula. Semoga bermanfaat ^_^
Sumber: medicastore.com

Info: Kebiasaan yang Bikin Wajah Jerawatan

wajah bebas jerawat

Wajah yang putih, mulus dan bebas dari jerawat tentunya menjadi idaman semua wanita. Sayangnya impian tersebut seringkali terhambat oleh berbagai masalah kulit yang muncul, seperti jerawat. Munculnya benjolan berwarna merah muda ini pada wajah tentunya akan sangat mengganggu penampilan kamu dan membuat kamu merasa tidak nyaman.

Munculnya jerawat seringkali dihubungkan dengan pengaruh hormon tubuh dan makanan. Tapi selain kedua faktor tersebut, ternyata jerawat juga bisa disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan tanpa kita sadari. Lalu apa saja Kebiasaan yang Bikin Wajah Jerawatan tersebut? Simak di bawah ini yuk!

1. Makan makanan instan, berminyak dan cepat saji
Banyak yang bilang kalau kacang dan coklat bisa menyebabkan jerawat, padahal tidak juga. Lemak yang terkandung pada kacang dan cokelat merupakan jenis lemak baik yang bermanfaat bagi tubuh dan bukan menjadi penyebab munculnya jerawat. Lemak jahat yang terkandung pada junk food dan gorenganlah yang dapat menyebabkan jerawat. Lemak jahat ini berperan dalam meningkatkan kadar gula dalam darah dan memicu produksi hormon insulin, yang mana hormon tersebut menstimulasikan produksi minyak dan menimbulkan jerawat.

2. Terlalu banyak asupan kafein
Asupan kafein yang terlalu tinggu dapat meningkatkan kadar adrenalin dalam tubuh dan bisa bikin badan kita rentan stres. Akibatnya kulit ikutan stres dan munculah jerawat. Mulai sekarang, yuk coba kurangi asupan kopi kita.

3. Jarang mencuci muka
Mencuci wajah memang penting untuk dilakukan setiap hari, yang bertujuan untuk mengurangi produksi minyak yang menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat. Jangan lupa untuk membersihkan wajah setelah melakukan aktivitas yang menimbulkan keringat. Jika tidak segera dibersihkan, keringat akan menyumbat pori-pori kulit wajah yang pada akhirnya menyebabkan timbulnya jerawat.

Namun jangan terlalu sering juga mencuci wajah, karena produksi minyak pada wajah justru akan meningkat dan resiko munculnya jerawat pun akan semakin meningkat. Sebaiknya cukup cuci wajah sebanyak 2 kali saja setiap harinya, saat pagi saat mandi dan malam hari sebelum tidur.

4. Lupa menghidrasi kulit
Kulit kering lebih rentan terkena jerawat dan juga lebih cepat keriput. Dengan menghidrasi kulit kamu dengan mist secara teratur akan membuat tekstur kulit kamu lebih dewy (lembab/berkilau) dan tidak rentan terkena jerawat.

5. Tidak rajin maskeran
Dengan sering maskeran, kita bisa mengurangi minyak berlebih di wajah kita yang sering menyebabkan jerawat, Masker juga bisa berfungsi sebagai exfoliator (perawatan pengelupasan kulit) untuk membuka pori-pori dan membuang kotoran di dalamnya.

6. Handuk multifungsi
Sering menggunakan satu handuk untuk mandi sekaligus mengeringkan wajah? Bisa jadi hal tersebutlah yang membuat wajah kamu jerawatan. Handuk yang digunakan untuk mandi bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman penyebab jerawat. Untuk mandi dan mencuci muka, sebaiknya gunakan handuk yang berbeda. Khusus untuk cuci muka, pilih handuk dengan tekstur yang lebih lembut untuk kulit wajah.

7. Memakai alat make-up yang kotor
Menggunakan alat make-up yang kotor akan menyebabkan pori kulit wajah menjadi tersumbat dan terserang bakteri yang dapat menimbulkan berbagai infeksi pada wajah, salah satunya jerawat. Oleh karena itu, bersihkanlah alat make-up seperti kuas secara rutin, setidaknya 1 bulan sekali, agar tidak menjadi sarang berkembangnya bakteri dan kuman penyebab jerawat (gunakan sabun khusus untuk peralatan make-up).

8. Sering menyentuh wajah
Secara tidak sadar kita sering melakukan kebiasaan ini, menyentuh wajah dengan tangan. Kebiasaan ini tentunya dapat membuat bakteri dan kuman pada tangan berpindah ke wajah. Alhasil, bakteri dan kuman tersebut akan memunculkan infeksi pada kulit wajah, salah satunya jerawat. Menyentuh jerawat yang sudah terlanjur muncul pun dapat menyembabkan infeksi yang lebih parah dan membuat jerawat sulit untuk sembuh. Nah jika ingin menyentuh wajah, pastikan terlebih dahulu tangan kamu dalam keadaan yang bersih.

9. Kurang telaten mengobati jerawat
Proses penyembuhan jerawat membutuhkan waktu beberapa minggu. Jerawat tidak dapat diharapkan segera menghilang hanya dalam satu hari. Pilih obat yang tepat untuk mengatasi jerawat, contohnya QnC Jelly Gamat. Produk herbal ini sangat efektif untuk mengatasi jerawat di wajah dan bagian tubuh lainnya.

Sumber: www.rimma.co | blog.tokopedia.com | www.alodokter.com

Na, itulah Info: Kebiasaan yang Bikin Wajah Jerawatan yang perlu kamu tahu Ladies! Jadi, masih mau melakukan hal-hal tersebut?

Sakit Saat Berhubungan Badan, Apa Sebabnya?

 sakit saat berhubungan badan
Apakah Anda sering merasakan rasa sakit yang amat sangat ketika berhubungan seksual? Sakit saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Tentunya hal ini sangat mengganggu bagi pasangan suami istri. 

Nyeri saat senggama ataupun setelah senggama merupakan hal yang harus diperhatikan, apalagi jika hal ini terjadi secara berulang-ulang. Masalah kesehatan ini biasanya menimpa kaum wanita, namun tidak menutup kemungkinan untuk menimpa kaum pria juga. Dispareunia (nyeri saat berhubungan intim) ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering.
  • Kurang 'foreplay' atau 'pemanasan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang. 
  • Vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut.
  • Endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim sehingga memicu rasa sakit saat penetrasi.
  • Infeksi pada vagina, beberapa jenis infeksi vagina seperti jamur mampu menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual.
  • Infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi yang dalam maka akan timbul rasa nyeri.
  • Peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul.
  • Cedera vagina, vagina Anda dapat terluka karena beberapa alasan seperti pernah terjatuh atau melahirkan. Hal ini dapat menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual.
  • Masalah dengan rahim, masalah rahim seperti fibroid dapat menjadi alasan kenapa Anda merasakan rasa sakit saat berhubungan seksual.
  • Menopause, saat mengalami masa menopause, wanita menjadi kurang terangsang. Akibatnya vagina mereka akan kering sehingga menimbulkan rasa sakit saat penetrasi.
  • Penyakit menular seksual, beberapa jenis penyakit menular seksual seperti herpes atau luka di kelamin dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

Bagaimana cara mengatasi nyeri saat berhubungan intim? Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri saat berhubungan intim, diantaranya:

  1. Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang cukup sebelum suami melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina.
  2. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka.Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit untuk mengatasi masalah anda saat ini.
  3. Anda bisa menggunakan lubrikasi/pelumas tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina, pilih yang berbahan dasar air.
  4. Selain itu, saat melakukan penetrasi hendaknya si wanita yang memasukkan sendiri alat kelamin pasangannya supaya dapat mengendalikan penetrasi tersebut.
  5. Juga hindarilah melakukan penetrasi yang terlalu dalam karena pada pasien-pasien dengan infeksi organ reproduksi akan mengalami nyeri di bagian dalam.
  6. komunikasikan hal itu dengan pasangan Anda.

Apabila keluhan nyeri saat berhubungan intim berlanjut setelah melakukan foreplay yang cukup atau setelah menambahkan lubrikasi tambahan, berkonsultasilah ke dokter kebidanan dan kandungan untuk evaluasi lebih lanjut. Mungkin dispareunia yang ada disebabkan oleh hal-hal lain seperti gangguan hormonal, endometriosis, infeksi, dan lainnya.

Itulah sedikit informasi mengenai "Sakit Saat Berhubungan Badan, Apa Sebabnya?" dan cara mengatasi sakit saat berhubungan intim-nya. Semoga bermanfaat!